Belajar dari molekul
by: Muhammad Assad
Editor n copied by Nuur Mahmudiyah
Kenapa kalo kita dipukul pake kayu lebih sakit daripada dipukul pake kapas, meskipun dengan kecepatan yang sama? Jawabannya adalah karena kerapatan molekul pendukungnya. Kayu memiliki molekul yang sangat rapi , teratur dan terikat dengan kuat.
Selain itu, jarak antar molekul kayu lebih dejat, kuat dan padat, sehingga disebut solid. Makanya kenapa kalo balok kayu dipake buat gebuk maling, pasti pingsan hehehe…
Sedangkan kapas molekulnya renggang dan tidak teratur sehingga sekuat apapun kapas dipake untuk mukul orang inshaallah ga bakalan sakit.
Maknanya adalah jika kita ingin menjadi pribadi yang kuat dan tangguh maka tirulah sifat molekul zat padat yang solid. Zat padat dengan struktur terkokoh adalah Kristal, makanya tidak sembarang alat bisa membelah Kristal.
Jadilah seperti Kristal yang kuat kokoh, tahan banting, dan tidak mudah dihancurkan oleh hal –hal kecil disekitarnya. Caranya??? Harus keras terhadap diri sendiri, mau diikat oleh suatu aturan yang ketat dan disiplin. Jika kita keras terhadap diri kita sendiri (disiplin, pantang menyerah, dll ), maka dunia yang akan lembut kepada kita. Sebaliknya kalau kita terlalu lembut kepada diri sendiri, sudah dipastikan dunia yang akan keras kepada kita.
Yang namanya terikat emang biasanya ga enak, karena banyak aturan dan hidup harus disiplin dan selalu ada tekanan, tapi disitu lah kunci suksesnya. Sebuah pribadi tangguh yang terikat dengan disiplin yang kuat akan menghasilkan perubahan besar dalam hidupnya, karena sunnatullahnya kesuksessan tidak mungkin dihasilkan dari struktur individu yang lemah dan mudah goyah.
Finally, the choice is ours. Mau jadi pribadi lemah yang Cuma bisa jd penonton? Yang tidak siap dengan kompetisi dan perubahan pasti tertinggal dan hanya bisa jadi penonton / pengagum tanpa bias ikut menikmati
Tulisan sedikit saya tambah agar terlihat lebih segar namun tidak mengubah inti dari tulisan dan maksud yg ingin disampaikan penulis, sekian semoga bermanfaat.
Diambil dari twit Muhammad assad pada tanggal 23 Mei 2011
menjadi dewasa bukan persoalan sehari dua hari namun menjadi dewasa merupakan tempaan masalah yang mampu dihadapi dan membuat kita belajar....
Selasa, 24 Mei 2011
Senin, 07 Februari 2011
TERIMA KASIH BAPAK DRS.YUDO DWIYONO, M.SI
Assalamualaikum wr. Wb
Artikel kali ini saya akan bercerita tentang sosok yang saya tulis di atas. Bagi anak – anak atau mahasiswa / i fakultas KIP jurusan Ilmu Pendidikan program studi bimbingan dan konseling ( lengkap amat ya hehe) sudah tidak asing lagi sosok beliau ini, kalau boleh jujur pada awal semester dulu dan bertemu beliau sebenarnya saya merasa kurang nyaman dengan beliau entah mengapa padahal secara pribadi saya tidak pernah memiliki masalah berarti dengan beliau namun entah kenapa saya merasa tidak sreg dengan beliau ( maaf ya pak jngan marah hehe paling tidak saya jujur terhadap diri saya sendiri ).
Seiring berjalannya waktu sampai sekarang saya sudah berada di semester 8 yah bisa dibilang udah angkatan tuir atau tua hehe apa yang saya rasakan terhadap beliau masih sama namun tidak bisa dipungkiri bahwa dari sudut hati saya yang paling dalam bahwa saya sanggat menghormati beliau dan ada satu hal lagi setelah saya amati beliau ini mirip sekali dengan om saya yang bernama om harto dari segi perawakan, wajah samapi warna kulit hehe.
Nah disemester ini saya menjalani salah satu persyaratan kelulusan yaitu bernama PPL ( Praktik Pengalaman lapangan ) kalau saya tidak salah, kalau salah mohon dikoreksi hehe. Kebetulan setelah melihat pengumuman ternyata saya ditempatkan di SMAN 4 samarinda yang beralamat di JL. KH. Harun Nafsi No. 40 yah saya merasa cukup senang karena dekat dari rumah saya, dan di pengumuman itu juga diberitahukan bahwa dosen pembimbing saya adalah bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si, awalnya agak gimana gitu malah sempet ngerasa dalam hati kenapa aku ga dapat dosen yang lain aja??? Tapi ya sudahlah pasti allah mengatur ini semua adahikmahnya yang penting dijalani saja.
Well 3 bulan berjalan tiba saatnya untuk melaksanakan ujian yah sebagai akhir dari rangkaian PPL kami di sekolah tersebut, setelah menghubungi beliau dan membuat janji untuk bertemu beliau maka saya dan teman – teman akhirnya mengunjungi rumah beliau, agak deg – degan memang tapi yah maju ajalah kalau dimarahi karena mendadak ya gapapa anggap aja ujian mental, ternyta bener karena ada miss comunication dengan beliau maka beliau menyatakan komplainnya kepada kami, kenapa sayabilang komplain karena memang beliau tidak menggunakan nada suara yang tinggi dan dengan bahasa yang sopan dan lembut namun agak nylekit hehe tapi setau saya begitulah pembawaan beliau.
Disela – sela ucapan beliau saya agak kaget ketika beliau menyebut nama saya dan kira – kira kata- kata beliau seperti ini “ Nuur, saya tau kamu kan memiliki kesibukan diluar, namun jangan melupakan kewajibanmu, yah jadinya begini membenturkan diri dengan saya”. Hal yang saya tanggap dari pernyataan beliau adalah saya boleh berprestasi di luar tapi saya pun harus tau bahwa saya punya kewajiban di kampus yang harus saya selesaikan teruma yang berhubungan dengan dosen yang notabene orang yang lebih tua dari saya. Sejak statement itu keluardari mulut beliau maka mulai saat itu saya berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tidak mengecewakan. Secara jujur mulai saat itu saya menjadi sangat menghormati beliau.
Sekali lagi terima kasih untuk peringatan yang bapak berikan sehingga menyadarkan saya atas kekhilafan yang sudah saya lakukan, sekali lagi terima kasih dan artikel ini saya dedikasikan untuk dosen pembimbing saya selama PPL bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si atas ilmunya yang insya allah bermanfaat bagi saya.
Wassalamualaikum wr.wb
Artikel kali ini saya akan bercerita tentang sosok yang saya tulis di atas. Bagi anak – anak atau mahasiswa / i fakultas KIP jurusan Ilmu Pendidikan program studi bimbingan dan konseling ( lengkap amat ya hehe) sudah tidak asing lagi sosok beliau ini, kalau boleh jujur pada awal semester dulu dan bertemu beliau sebenarnya saya merasa kurang nyaman dengan beliau entah mengapa padahal secara pribadi saya tidak pernah memiliki masalah berarti dengan beliau namun entah kenapa saya merasa tidak sreg dengan beliau ( maaf ya pak jngan marah hehe paling tidak saya jujur terhadap diri saya sendiri ).
Seiring berjalannya waktu sampai sekarang saya sudah berada di semester 8 yah bisa dibilang udah angkatan tuir atau tua hehe apa yang saya rasakan terhadap beliau masih sama namun tidak bisa dipungkiri bahwa dari sudut hati saya yang paling dalam bahwa saya sanggat menghormati beliau dan ada satu hal lagi setelah saya amati beliau ini mirip sekali dengan om saya yang bernama om harto dari segi perawakan, wajah samapi warna kulit hehe.
Nah disemester ini saya menjalani salah satu persyaratan kelulusan yaitu bernama PPL ( Praktik Pengalaman lapangan ) kalau saya tidak salah, kalau salah mohon dikoreksi hehe. Kebetulan setelah melihat pengumuman ternyata saya ditempatkan di SMAN 4 samarinda yang beralamat di JL. KH. Harun Nafsi No. 40 yah saya merasa cukup senang karena dekat dari rumah saya, dan di pengumuman itu juga diberitahukan bahwa dosen pembimbing saya adalah bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si, awalnya agak gimana gitu malah sempet ngerasa dalam hati kenapa aku ga dapat dosen yang lain aja??? Tapi ya sudahlah pasti allah mengatur ini semua adahikmahnya yang penting dijalani saja.
Well 3 bulan berjalan tiba saatnya untuk melaksanakan ujian yah sebagai akhir dari rangkaian PPL kami di sekolah tersebut, setelah menghubungi beliau dan membuat janji untuk bertemu beliau maka saya dan teman – teman akhirnya mengunjungi rumah beliau, agak deg – degan memang tapi yah maju ajalah kalau dimarahi karena mendadak ya gapapa anggap aja ujian mental, ternyta bener karena ada miss comunication dengan beliau maka beliau menyatakan komplainnya kepada kami, kenapa sayabilang komplain karena memang beliau tidak menggunakan nada suara yang tinggi dan dengan bahasa yang sopan dan lembut namun agak nylekit hehe tapi setau saya begitulah pembawaan beliau.
Disela – sela ucapan beliau saya agak kaget ketika beliau menyebut nama saya dan kira – kira kata- kata beliau seperti ini “ Nuur, saya tau kamu kan memiliki kesibukan diluar, namun jangan melupakan kewajibanmu, yah jadinya begini membenturkan diri dengan saya”. Hal yang saya tanggap dari pernyataan beliau adalah saya boleh berprestasi di luar tapi saya pun harus tau bahwa saya punya kewajiban di kampus yang harus saya selesaikan teruma yang berhubungan dengan dosen yang notabene orang yang lebih tua dari saya. Sejak statement itu keluardari mulut beliau maka mulai saat itu saya berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tidak mengecewakan. Secara jujur mulai saat itu saya menjadi sangat menghormati beliau.
Sekali lagi terima kasih untuk peringatan yang bapak berikan sehingga menyadarkan saya atas kekhilafan yang sudah saya lakukan, sekali lagi terima kasih dan artikel ini saya dedikasikan untuk dosen pembimbing saya selama PPL bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si atas ilmunya yang insya allah bermanfaat bagi saya.
Wassalamualaikum wr.wb
Langganan:
Postingan (Atom)