tadi malam telah keluar sebuah hasil dari pertandingan piala AFF setelah wasit yang berasal dari Australia meniupkan peluit panjang yang menandakan pertandingan telah berakhir, dan dapat diketahui bersama bahwa telah kelaur jauara baru yaitu Malaysia...
hal ini sangat membuat sedih para supporter bagi bangsa Indonesia tepatnya, ya wajarlah karena track reccord di babak penyisihan hingga semi final tim garuda sangat perkasa namun harus diakui garuda harus kalah dengan harimau malaya...
normally pasti semua bersedih atas hal ini, begitu pula saya sebagai pribadi, saya menyukai sepakbola tapi bukan penggemar fanatik namun melihat euphoria yang luar biasa dari bangsa ini maka makinlah saya mencintai olahraga ini....
saya yakin tadi malam seluruh bangsa indonesia berdoa hal yang sama yaitu bahwa kita berharap indonesia mampu mengangkat trophy, namun kalah agregat 4 -2 dalam dua leg membuat mimpi itu tertunda, knp saya bilang tertunda karena ini bukan akhir masih ada 2012 piala AFF dan kita bisa membuat mimpi kita menjadi kenyataan...
namun hal yang paling membahagiakan dalam pertandingan ini adalah bersatunya seluruh bangsa Indonesia untuk mendukung tim garudanya, sekian puluh tahun saya hidup saya tidak pernah melihat bangsa Indonesia bersatu seperti tadi malam, bahkan dalam akun twitternya salah satu pemain TIMNAS @arifsuyono :"aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa pemimpin kt n pedagang asongan melebur jadi satu...sesuai smboyan bangsa..bhineka tunggal ika..."
walaupun Indonesia belum meraih gelar juara namun TIM GARUDA sudah memenangkan hati rakyat indonesia untuk melebur mmenjadi satu atas nama bangsa INDONESIA, menurut saya mungkin inilah hikmah dari kekalahan kita kali ini.
walalupun kita kalah namun kita kalah terhormat karena kita bermain fair play itu membuktikan bahwa tim garudah adalah TIM TANGGUH dan supporter indonesia adalah supporter terbaik....
Bangga Menjadi Indonesia
jaga selalu persaudaraan kita...
menjadi dewasa bukan persoalan sehari dua hari namun menjadi dewasa merupakan tempaan masalah yang mampu dihadapi dan membuat kita belajar....
Rabu, 29 Desember 2010
Rabu, 15 Desember 2010
satu hari menjelang semifinal piala AFF
Tanggal15 Desember 2010
Pukul 22.02 WITA
Malam ini saya tidak dapat fokus dengan pekerjaan yang ada didepan saya, dari tadi sore saya mencoba untuk berkonsentrasi dengan laptop butut saya namun masih tidak bisa membendung kekhawatiran dan kegelisahan saya. Malam ini tepat satu hari menjelang semifinal piala AFF di gelora bung karno saya merasa sangat khawatir, sebagai penonton, pencinta sepak bola serta rasa nasionalis yang ada saya sangat khawatir bahwa indonesia besok akan berhadapan dengan Filiphina lawan yang selama ini sering menjadi lumbung gol dan berubah menjadi macan setelah TIMNAS Filiphina memasukkan 8 bahkan hingga 9 pemain naturalisasi yang tidak bisa dianggap remeh kehadirannya.
Tapi sampai saya menulis ini saya masih tetap dengan keyakinan seperti diawal yaitu bahwa Firman Utina, bambang pamugkas dkk akan memberikan permainan terbaiknya untuk angsa ini.
Eufhoria yang berlebihan yang ditunjukkan oleh supporter indonesia memang luar biasa namun mudah2an hal ini tidak membuat punggawa garuda jadi berbesar kepala sehingga berman tidak fokus, itulah ketakunan dan kekhawatiran yang saya rasakan walaupun sebagai penikmat bola saya tidakikut serta dalam eufhoria yang berlebihan apalagi sampai bertaruh.
Doa dan harapan dari segenap bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi macan di Asia dan ini adlah saatnya untuk menunjukkan taring.
Pukul 22.02 WITA
Malam ini saya tidak dapat fokus dengan pekerjaan yang ada didepan saya, dari tadi sore saya mencoba untuk berkonsentrasi dengan laptop butut saya namun masih tidak bisa membendung kekhawatiran dan kegelisahan saya. Malam ini tepat satu hari menjelang semifinal piala AFF di gelora bung karno saya merasa sangat khawatir, sebagai penonton, pencinta sepak bola serta rasa nasionalis yang ada saya sangat khawatir bahwa indonesia besok akan berhadapan dengan Filiphina lawan yang selama ini sering menjadi lumbung gol dan berubah menjadi macan setelah TIMNAS Filiphina memasukkan 8 bahkan hingga 9 pemain naturalisasi yang tidak bisa dianggap remeh kehadirannya.
Tapi sampai saya menulis ini saya masih tetap dengan keyakinan seperti diawal yaitu bahwa Firman Utina, bambang pamugkas dkk akan memberikan permainan terbaiknya untuk angsa ini.
Eufhoria yang berlebihan yang ditunjukkan oleh supporter indonesia memang luar biasa namun mudah2an hal ini tidak membuat punggawa garuda jadi berbesar kepala sehingga berman tidak fokus, itulah ketakunan dan kekhawatiran yang saya rasakan walaupun sebagai penikmat bola saya tidakikut serta dalam eufhoria yang berlebihan apalagi sampai bertaruh.
Doa dan harapan dari segenap bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi macan di Asia dan ini adlah saatnya untuk menunjukkan taring.
Selasa, 14 Desember 2010
nice person
hari ini tanggal 15 desember 2010
pukul 15.08 wita
ini hari kesekian saya PPL saya di Salah satu SMA di Samarinda dan sebentar lagi saya akan meninggalkan sekolah ini, dibilang sedih ga juga tapi dibilang ga sedih juga bohong.
disini saya mendapat banyak pelajaran, saya mendapatkan suatu sisi kehidupan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yang saya kira ini hanya sebuah momok menakutkan yang biasa saya hanya lihat di tv.
sebelumnya saya ingin menceritakan riwayat pendidikan saya dan lingkungan akademis saya. saya tinggal di sebuah kampung tepatnya sekitar 30 km dari pusat kota Samarinda yaitu di daerah loa janan saya memulai sekolah pada jenjang TK ( Taman Kanak - Kanak ) An Nasyriyah (yang sekrang menjadi TK Al- Islamiyah )lalu saya melanjutkan pendidikan saya di SD Negeri 029 dua sekolah ini berada tidak jauh dari rumah saya masih sama- sama di daerah loa janan setelah saya lulus dari jenjang pendidikan sekolah dasar saya memutuskan untuk masuk di sekolah unggulan pertama di kota ini walalupun dengan nim yang pas2an saat itu untuk bersaing dengan teman2 yang berasal dari kota, namun semangat saya tidak surut dengan optimis saya mendaftar disekolah tersebut dan akhirnya diterima.
tiga tahun disekolah ini dan saya lulus dengan hasil yang standart, lalu saya memberanikan diri untuk mencoba lagi masuk ke sebuah SMA favorit di kota ini yaitu SMAN 1 Samarinda dan untuk kali kedua saya diterima lagi.
dengan riwayat pendidikan seperti ini saya selalu dihadapkan pada sebuah kondisi yag kondusif, saya selalu berhadapan dengan orang - orang yang menuntut saya untuk mampu bersaing lebih keras, orang2 yang memiliki daya juang yang kuat, motivasi berprstasi yang tinggi hingga saya luluspun kami berlomba2 untuk pindah ke pulau jawa supaya bisa mengecam pendidikan yang lebih baik walaupun pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap stay di samarinda karena satu dan lain hal.
dengan begitu selama saya menempuh pendidikan akademis saya saya selalu dihadapkan pada lingkungan yang baik - baik maka ketika saya ditempatkan PPL di sekolah ini pada awalnya bahkan mungkin sampai saat ini saya masih kaget (tanpa bermaksud meremehkan). disini saya menemkan sebuah kondisi lain yang tidak pernah saya bayangkan dan saya temui sebelumnya pada lingkungan saya.
dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan hal apa saja itu namun satu yang pasti disini saya mulai belajar memandang segala sesuatu walaupun hal terburuk sekalipun dari sudut pandang yang berbeda dan dengan jauh lebih positif sehingga saya masih mampu melihat bahwa mereka yang berada disini adalah nice perso
selesai...
pukul 15.08 wita
ini hari kesekian saya PPL saya di Salah satu SMA di Samarinda dan sebentar lagi saya akan meninggalkan sekolah ini, dibilang sedih ga juga tapi dibilang ga sedih juga bohong.
disini saya mendapat banyak pelajaran, saya mendapatkan suatu sisi kehidupan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yang saya kira ini hanya sebuah momok menakutkan yang biasa saya hanya lihat di tv.
sebelumnya saya ingin menceritakan riwayat pendidikan saya dan lingkungan akademis saya. saya tinggal di sebuah kampung tepatnya sekitar 30 km dari pusat kota Samarinda yaitu di daerah loa janan saya memulai sekolah pada jenjang TK ( Taman Kanak - Kanak ) An Nasyriyah (yang sekrang menjadi TK Al- Islamiyah )lalu saya melanjutkan pendidikan saya di SD Negeri 029 dua sekolah ini berada tidak jauh dari rumah saya masih sama- sama di daerah loa janan setelah saya lulus dari jenjang pendidikan sekolah dasar saya memutuskan untuk masuk di sekolah unggulan pertama di kota ini walalupun dengan nim yang pas2an saat itu untuk bersaing dengan teman2 yang berasal dari kota, namun semangat saya tidak surut dengan optimis saya mendaftar disekolah tersebut dan akhirnya diterima.
tiga tahun disekolah ini dan saya lulus dengan hasil yang standart, lalu saya memberanikan diri untuk mencoba lagi masuk ke sebuah SMA favorit di kota ini yaitu SMAN 1 Samarinda dan untuk kali kedua saya diterima lagi.
dengan riwayat pendidikan seperti ini saya selalu dihadapkan pada sebuah kondisi yag kondusif, saya selalu berhadapan dengan orang - orang yang menuntut saya untuk mampu bersaing lebih keras, orang2 yang memiliki daya juang yang kuat, motivasi berprstasi yang tinggi hingga saya luluspun kami berlomba2 untuk pindah ke pulau jawa supaya bisa mengecam pendidikan yang lebih baik walaupun pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap stay di samarinda karena satu dan lain hal.
dengan begitu selama saya menempuh pendidikan akademis saya saya selalu dihadapkan pada lingkungan yang baik - baik maka ketika saya ditempatkan PPL di sekolah ini pada awalnya bahkan mungkin sampai saat ini saya masih kaget (tanpa bermaksud meremehkan). disini saya menemkan sebuah kondisi lain yang tidak pernah saya bayangkan dan saya temui sebelumnya pada lingkungan saya.
dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan hal apa saja itu namun satu yang pasti disini saya mulai belajar memandang segala sesuatu walaupun hal terburuk sekalipun dari sudut pandang yang berbeda dan dengan jauh lebih positif sehingga saya masih mampu melihat bahwa mereka yang berada disini adalah nice perso
selesai...
Langganan:
Postingan (Atom)